INDUSTRI GAME LOKAL PENDAPATAN LEBIH BESAR DARI EKSPOR?

Cipto Adiguno Selaku Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) mengatakan bahwa pendapatan terbesar industry game lokal adalah dari penjualan ekspor.

Hal ini didasarkan pada data bahwa sejak 2017 industri game Indonesia meningkat secara konsisten dan bahkan berakselerasi dengan baik dan dalam Weekly Press Briefeing kementrian pariwisata ddan ekonomi kreatif yang disiarkan di Youtube Kemenparekraf pada senin  15 Agustus 2022 lalu, Amerika serikat dan Eropa menjadi salah satu negara yang membeli game dari produsen Lokal.

Top Up Saldo - INDUSTRI GAME LOKAL PENDAPATAN LEBIH BESAR DARI EKSPOR? - August 16, 2022
Top Up Saldo - INDUSTRI GAME LOKAL PENDAPATAN LEBIH BESAR DARI EKSPOR?

Pasar Game Indonesia dinilai sangat besar, bahkan dilaporkan Indonesia menjadi 16 besar pasar game internasional terbesar di dunia, dan bahkan Setiap tahun orang Indonesia mengeluarkan duit sekitar 25 – 30 triliun rupiah untuk  bermain game ungkap Cipto.

“Itu mungkin nomor 16 paling besar di dunia, tapi kalau dilihat dari market mobile saja, istilahnya smartphone saja, kita itu tergantung daerahnya ada yang nomor enam ada yang delapan,” tambahnya.

Meskipun memiliki pasar potensial pada game Mobile didalam negeri tetapi Cipto mengakui developer Lokal sulit untuk menembusnya, “Sehingga developer-developer yang membuat game Indonesia malah menemukan marketnya di luar, di Eropa dan Amerika, dan itu menemukan pasar yang signifikan. Banyak fansnya, penjualannya juga cukup besar,” Imbuh Cipto.

Hal ini juga mendapatkan dukungan pemerintah yang terbukti secara data menaikan revenue para developer lokal, hal ini juga tentu harus diimbangi dengan inovasi agar para pemain game yang hanya bermain game ketika masa pandemic tetapi memainkan game ketika pandemic sudah mereda seperti sekarang.